
Rabies adalah penyakit virus yang sangat berbahaya dan dapat menyerang anjing serta hewan lainnya, termasuk manusia. Penyakit ini menyerang sistem saraf pusat dan hampir selalu berakibat fatal jika tidak dicegah dengan vaksinasi. Banyak pemilik anjing yang belum menyadari bahaya rabies dan bagaimana cara melindungi anjing mereka dari penyakit ini.
Sebagai pemilik anjing, Anda perlu mengetahui penyebab rabies, gejalanya, cara merawat anjing yang terkena rabies, serta langkah-langkah pencegahannya. Berikut ini kita akan membahas informasi penting seputar rabies pada anjing agar Anda dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi hewan kesayangan Anda.
Apa Itu Rabies pada Anjing?
Rabies pada anjing adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf dan dapat ditularkan melalui gigitan anjing yang terinfeksi. Virus ini menyebar melalui air liur dan bisa menginfeksi anjing lain maupun manusia. Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan perubahan perilaku drastis, kelumpuhan, hingga kematian.
Anjing yang terkena rabies sering kali disebut sebagai "anjing gila" karena perubahan perilakunya yang ekstrem. Oleh karena itu, penting bagi pemilik anjing untuk mengenali gejala rabies dan memahami langkah-langkah pencegahannya.
Penyebab Anjing Rabies
Rabies disebabkan oleh virus rabies yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang sudah terinfeksi. Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko anjing terkena rabies:
- Kontak dengan hewan liar
Anjing yang sering berkeliaran di luar tanpa pengawasan berisiko tinggi tertular rabies dari hewan liar seperti kelelawar, rakun, atau anjing liar yang sudah terinfeksi. - Kurangnya vaksinasi
Anjing yang tidak divaksin lebih rentan terkena infeksi rabies jika terpapar virus. - Lingkungan dengan kasus rabies tinggi
Tinggal di daerah dengan banyak kasus rabies meningkatkan risiko penularan penyakit ini. - Gigitan anjing atau hewan lain yang terinfeksi
Rabies menyebar melalui air liur yang masuk ke dalam tubuh anjing melalui luka gigitan atau cakaran. - Kurangnya pengawasan saat di luar rumah
Anjing yang dibiarkan berkeliaran bebas lebih berisiko berinteraksi dengan hewan pembawa virus rabies.
5 Gejala Rabies pada Anjing
Gejala rabies pada anjing berkembang secara bertahap. Berikut adalah lima tanda anjing rabies yang perlu Anda waspadai:
- Perubahan perilaku drastis
Anjing yang biasanya jinak bisa menjadi agresif, atau sebaliknya, anjing yang aktif bisa menjadi pendiam. - Air liur berlebihan
Rabies menyebabkan kelumpuhan otot di sekitar mulut, sehingga anjing terus mengeluarkan air liur. - Takut air
Salah satu ciri khas anjing rabies adalah ketakutan terhadap air karena kesulitan menelan. - Gangguan koordinasi dan kejang
Anjing terkena rabies dapat mengalami kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan, dan mengalami kejang. - Lumpuh Total
Pada tahap akhir, anjing bisa mengalami kelumpuhan total sebelum akhirnya meninggal.
Vaksinasi Rabies
Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah rabies pada anjing. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Vaksin rabies pertama diberikan saat anjing berusia sekitar 3 bulan.
- Vaksin booster diberikan setiap 1-3 tahun, tergantung pada jenis vaksin yang digunakan.
- Anjing yang sering berada di luar rumah atau berinteraksi dengan hewan lain memiliki risiko lebih tinggi terkena rabies, sehingga vaksinasi tepat waktu sangat penting.
Cara Merawat Anjing Terkena Rabies
Sayangnya, jika anjing sudah terinfeksi rabies dan menunjukkan gejala, tidak ada pengobatan yang efektif. Namun, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Isolasi anjing dari hewan dan manusia lain
Rabies sangat menular, sehingga anjing yang diduga terinfeksi harus segera diisolasi. - Segera hubungi dokter hewan
Dokter hewan akan menentukan apakah anjing benar-benar terinfeksi rabies dan memberikan saran terbaik. - Gunakan alat pelindung
Jika Anda harus menangani anjing yang terinfeksi, gunakan sarung tangan dan hindari kontak langsung dengan air liurnya. - Pantau perkembangan gejala
Jika anjing menunjukkan tanda-tanda rabies yang semakin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter hewan. - Ikuti prosedur medis yang disarankan
Dalam kasus rabies yang sudah parah, dokter hewan mungkin akan menyarankan tindakan untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.
5 Tips Mencegah Rabies pada Anjing
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut lima cara untuk melindungi anjing dari rabies:
- Vaksinasi rutin
Pastikan anjing Anda mendapatkan vaksin rabies sesuai jadwal. - Hindari kontak dengan hewan liar
Jangan biarkan anjing bermain atau bertarung dengan hewan liar yang bisa menjadi pembawa virus rabies. - Gunakan tali saat berjalan di luar rumah
Selalu gunakan tali atau leash saat membawa anjing jalan-jalan agar bisa dikontrol dan tidak berinteraksi dengan hewan liar. - Segera bersihkan luka gigitan atau cakaran
Jika anjing Anda digigit atau dicakar hewan lain, segera bersihkan lukanya dan konsultasikan dengan dokter hewan. - Berikan makanan yang sehat dan bergizi setiap hari
Anjing yang sehat memiliki sistem imun yang lebih kuat untuk melawan infeksi, termasuk rabies. Anda bisa memberikan PRO PLAN Adult Sensitive Skin & Stomach Medium & Large Salmon & Mackarel. Dengan mengedepankan formulasi khusus yang disebut OPTI DERMA, produk ini memberi nutrisi lengkap dan seimbang yang bermanfaat untuk kulit sensitif anjing. OPTI DERMA mengandung asam lemak esensial, seperti omega-3 dan omega-6, serta berbagai multivitamin yang bekerja sama menjaga kesehatan kulit dan keindahan bulu. Produk ini juga mengandalkan protein berkualitas tinggi dari daging salmon sebagai bahan baku utama, yang berfungsi untuk mengurangi risiko reaksi kulit akibat makanan.
Dengan langkah-langkah di atas, Anda bisa membantu menjaga anjing tetap sehat dan terhindar dari rabies. Ingat, pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan!